PANDU SEJATI

Rinai hujan menghiasi malam ini
Dingin, sepi, mencekam…
Irama yang mengalun
Gemericik… menakutkan…

Anak negeri bersiap
Pikul senjata laras panjang
Ke medan perang
Barisan terdepan

Anak negeri berebut posisi
Mencari yang terdepan

Bukan…
Bukannya mereka ingin penghargaan
Namun mereka memang ingin membela Ibu Pertiwi

Sekarang…
Jika mereka gugur…
Jika mereka pulang nama…
Siapa yang berani menggantikan mereka?

Perang belum usai
Namun pahlawan telah habis

Bagaimana dengan negeri ini?
Akankah Ibu Pertiwi tetap bersusah hati?

Siapa…
Siapa berani maju ke garis depan?
Tantang musuh…
Korbankan jiwa, raga, dan cinta

Siapa?
Tak adakah?

Dari sekian juta pemuda…
Semuanya pengecutkah?

Ibu Pertiwi membutuhkanmu, para pemuda…
Jadilah pandu sejati!
Lindungi Ibu Pertiwi!

Agar suatu saat nanti
Ibu Pertiwi tak lagi
Bersusah hati
Di usianya yang tak muda lagi

Magelang, 7 Februari 2000
“Di sela hujan yang deras, saat kegiatan belajar malam.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: