Arti Hidup Ini

Hidup ini hanya satu kali

Semua orang tahu itu

Namun tak semua menyadari

Arti hidup yang satu kali itu

 

Tak ada yang mengerti

Bahwa jiwa yang menari

Akan terus menari sampai hidup berhenti

 

Tak ada yang coba mengerti

Bahwa hidup yang hanya satu kali

Takkan terulang lagi

 

Tak ada yang coba mengakui

Segala kesalahan

Segala kekhilafan

Yang telah terjadi

 

Semua merasa benar

Dalam hidup yang cuma sekali

Ini…

 

Jurangmangu, 14 November 2001

Ditulis di atas kertas tisu

An English Poem

From a clue that’s in front of me
Makes my brain thinking
About the signs of clue
About the answer

From the motion of Queen of Damned
There is a difficult clue any more
Act as it was nightmare
In my mind

I’m searching…
Searching every time
Wherever it is
Whatever it was

But I’ve not got it
It must have been lost
In the dark

And I don’t have any strength anymore
To catch ‘em up
And hug them in my heart

Bintaro, May 8th, 2002
Written on a tissue paper

Ma, di luar hujan, Ma…

Ma, di luar hujan, Ma…
Ma, dingin, Ma…

Tenang, Sayang…
Ada apa sampai kau menangis seperti ini?
Ada apa sampai kau ketakutan seperti ini?
Katakan pada Mama!

Entahlah, Ma…
Hujan tiba-tiba membuatku begitu ketakutan
Apakah ini ada hubungannya dengan ketertutupan kekasihku?

Ketertutupan kekasihmu?
Mengapa begitu?

Aku merasa sendiri
Ketika dia menolak bercerita kepadaku
Tiba-tiba hujan…
Benarkah aku harus belajar menjadi seseorang yang apatis?

Hei, anakku…
Apatis itu tidak baik!
Anak manis harus peduli pada lingkungan!
Apalagi jika dia kekasihmu sendiri…

Tapi, Ma…

Cobalah untuk mengerti!
Mungkin dia hanya butuh waktu
Tetap perhatikan dirinya
Hingga suatu saat, dia akan menyadari bahwa ada kau yang memperhatikan dirinya dan menyayanginya

Benarkah begitu, Ma?

Ya, Sayang…
Jadilah perempuan yang penuh kasih dan perhatian…
Karena itulah perhiasan dunia yang paling indah
Buatlah dia tersenyum bangga karena memiliki perhiasan terindah itu
Kau akan dihargai karenanya…

Baiklah, Ma…
Akan ku coba
Karena aku menyayangi dia

………

Terima kasih, Ma…

Sama-sama, Sayang…

Ditulis di Kantor Pusat Departemen Keuangan, Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta. Pada 29 November 2004 pukul 11.35 WIB. Sebuah curahan hati Penulis saat itu.

PANDU SEJATI

Rinai hujan menghiasi malam ini
Dingin, sepi, mencekam…
Irama yang mengalun
Gemericik… menakutkan…

Anak negeri bersiap
Pikul senjata laras panjang
Ke medan perang
Barisan terdepan

Anak negeri berebut posisi
Mencari yang terdepan

Bukan…
Bukannya mereka ingin penghargaan
Namun mereka memang ingin membela Ibu Pertiwi

Sekarang…
Jika mereka gugur…
Jika mereka pulang nama…
Siapa yang berani menggantikan mereka?

Perang belum usai
Namun pahlawan telah habis

Bagaimana dengan negeri ini?
Akankah Ibu Pertiwi tetap bersusah hati?

Siapa…
Siapa berani maju ke garis depan?
Tantang musuh…
Korbankan jiwa, raga, dan cinta

Siapa?
Tak adakah?

Dari sekian juta pemuda…
Semuanya pengecutkah?

Ibu Pertiwi membutuhkanmu, para pemuda…
Jadilah pandu sejati!
Lindungi Ibu Pertiwi!

Agar suatu saat nanti
Ibu Pertiwi tak lagi
Bersusah hati
Di usianya yang tak muda lagi

Magelang, 7 Februari 2000
“Di sela hujan yang deras, saat kegiatan belajar malam.”

♥All for One, One for All♥

Gunung Galunggung nan agung
Tegak berdiri memaku bumi
Awan nan setia memayung
Tabir putih terhampar bersih

Hijau luas Lautan Hindia
Membentang sampai Antartika
Dan ikan-ikan di dalamnya
Berenang bebas penuh suka

Salju selimuti Jaya Wijaya
Putih terhampar tanpa batas
Lembut bak Kapas Koala
Sinar mentari pun terbias

Sahabat…
Agungnya Gunung Galunggung
Luasnya Lautan Hindia
Putihnya salju Jaya Wijaya

Tak seagung
Tak seluas
Tak seputih
Kasih antara kita

Seribu kreasi yang kita miliki
satukanlah dalam satu visi

Sahabat…
Persaudaraan antara kita
Semoga tak terputuskan
Bahkan oleh kapak yang paling tajam

Tujuh samudera sekalipun
Takkan dapat menggantikan seorang sahabat
Takkan dapat menandingi cinta kita
Takkan pernah dapat!

Pun bayu yang semilir
Rinai yang berjatuhan
Air yang mengalir
Dan badai yang menerjang
Mampukah mereka mengalahkan kita?

Sahabat…
Patrikan di nuranimu
Nama kita bersama
Tatokan di hatimu
Bias wajah kita

Jangan pernah berpaling, Sahabat…
Jangan pernah pergi
Kita satu, kita saudara
Kita saling mengasihi

Mari berdoa, Sahabat…
Kepada Tuhan yang Maha Esa
Cinta kasih kita
Takkan pernah luntur

Semua untuk satu
Satu untuk semua
All for one
One for all

-For my best friends-
Magelang, 6 Desember 1999, 09:00 WIB

~Dalam rangka ulang tahun SPITA yang ketiga~
“MARCAPRINOVE SPITA … YES”
Yeptirani Syari
Elly Noviyanti
Sanita Rahmawati

Tujuh Warna

Siang surya kuat bersinar
Garisan kuning emas memancar
Tujuh warna indah terpendar
Pantulan sinar pelangi pudar

Merekah indah si mawar merah
Bertiup bayu sepoi mendayu
Tabir putih terhampar bersih
Surya bersinar cahaya terpancar

Awan memayung Gunung Arjuna
Burung Layang-layang terbang
Berlomba ke utara
Mencari kesunyian, alam tenang

Tenang sirna sekejap mata
Kala badai kejam menerpa
Sisakan hancur binasa
Tujuh warna lenyap tak bersisa

Sampai kapan harus berpilin?
Melawan angin di sela turbin
Sampai kapan terus berlari?
Dikejar kabut di pagi hari

Kala tujuh warna kembali
Dan badai pun pergi
Kala sang bayu tenang bertiup
Kembalikan semangat hidup

Pun makhluk membuka mata
Nikmati emas sang surya
Kala itu juga
Hidup baru telah tiba.

Magelang, 3 Desember 1999

Mendung Tak Berarti Hujan

Desir angin mengalun lembut
Dedaunan melambai perlahan
Rinai-rinai berjatuhan
Awan kelabu berkabut

Burung Gereja berkicau riang
Melayang-layang
Berlomba capai daerah selatan
Menyambut musim penghujan

Hari gelap tanpa sang Nilam Cahya
Hati sangsai menunggu kedatangannya
Senandung lagu cairkan kecemasan
“Mendung Tak Berarti Hujan”

Namun rinai telah menggenang
Awan pun tak beranjak
Tetap berdiri tegak
Di tengah kesombongan

30 November nan hujan
Samakah dengan di sana?
Hujan dan rinai meramaikan suasana
Nilam Cahya terhalang awan

Semoga…
30 November di sana
Penuh keceriaan
Sebab mendung tak berarti hujan

Tidar Valley, November 30th, 1999
For my bestfriend ELLY NOVIYANTI on her 18th birthday.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.